Skip to main content

Kombongan Kalua' Ada' Tana Toraja 2017


Karuaya, 30 Agustus 2017. Kombongan Kalua’ Ada’ Tana Toraja adalah sebuah pertemuan resmi antara Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Pemerintah. Kombongan ini dihadiri oleh 21 perwakilan Tokoh Adat masing-masing wilayah adat Tana Toraja, Tokoh Agama, dan Pemerintah (tallu lalikan) untuk membicarakan hal-hal mengenai adat dan kebudayaan Toraja. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Tongkonan Karuaya, Lembang Tumbang Datu, Kecamatan Sangalla' Utara, Kabupaten Tana Toraja. 

Para peserta sangat mengapresiasi Pemerintah dan Dinas Kebudayaan Tana Toraja yang menjadi panitia pelaksana dalam kegiatan ini, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat adat untuk mempertahankan nilai dalam Adat dan Kebudayaan Toraja.

Adapun hal-hal penting yang mengemuka dibicarakan dari peserta kombongan adalah mengenai penggalian adat sampai pada akar untuk memaknai nilai yang terkandung dalam adat dan budaya Toraja, peran dari tallu lalikan dalam setiap wilayah adat harus selalu nyata, melakukan 4 (empat) Re- (Revitalisasi, Reaktualisasi, Reinterpretasi dan Reedukasi) terhadap adat dan budaya Toraja, mendesak agar Perda tentang Adat dan Budaya Toraja sebagai payung hukum, tentang sabung ayam dan adu kerbau, konvoi pengiring jenazah, adat Toraja yang dibawa ke luar Toraja (Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’), penggunaan simbol-simbol budaya Toraja misalkan: ukiran, pakaian (umpobayu bayunna) dan dekorasi. Kapan to ma’dedek ba’ba dilaksanakan, pengakuan wilayah adat masing-masing dan sebagainya.

Aluk sipori kale, Ada’ sipori padang adalah salah satu hal yang paling banyak mengemuka. Yaitu masing-masing wilayah adat memiliki kearifan lokal yang berbeda, sehingga aturan di wilayah adat yang satu berbeda dengan yang lainnya. Ini adalah tugas yang berat untuk menyusun Perda kedepannya.

Keputusan dari hasil kombongan kalua’ ada’ ini akan dirampungkan dalam sebuah buku, dan ini akan tetap berkelanjutan sehingga materi tentang Adat dan Kebudaan Toraja semakin kaya dan lengkap untuk menjadi pedoman generasi kini dan generasi muda ke depannya.

Salama’, Sang Torayan, Toraya Maelo…




Comments

Popular posts from this blog

Burake Hills: Sensasi Berenang di Kolam Gantung

Ketika mendengar kata Burake, yang terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah Patung Tuhan Yesus Memberkati di atas gunung Burake. Berbicara tentang Burake Hills, belum banyak orang yang mengetahui tempat ini. " Pergi berenang ke Burake? hahaha adakah kolam renang di Gunung dan bisakah berenang di gunung? " Tanya seseorang ketika kami ingin berangkat bersama Sekolah Minggu ke Burake Hills untuk merayakan Puncak Pekan Anak dan Hari Doa Sedunia Jemaat Lampio.  Para pengunjung di Burake Hills matanya akan dimanjakan dengan pemandangan Alam yang luar biasa indahnya. Bagaimana tidak, lokasinya berada diatas bukit. Jika anda ke tempat ini dijamin tidak akan bosan, malah akan sering ke tempat ini. Selain itu, suasananya sangat sejuk akan menghilangkan rasa capek dan stres soal pekerjaan akan berkurang. Kolam renang di Burake Hills adalah kolam renang standar Internasional loh ? Kok bisa? Ini ulasannya: Ukuran kolam renang ini yaitu memiliki panjang 40 Meter yang terb...

Toraja: Keunikan Patane Sura', Buntao'

(Jangan lupa Tonton, Subscribe & Like Videonya) Berbicara tentang Patane Sura' tentu memiliki keunikan yang lain selain passura'nya (ukirannya). Seperti pada tulisan saya sebelumnya tentang patane ini ( klik di sini ).  Patane ini juga memiliki keunikan yang lain.  Antara lain yaitu ukiran Toraja yang sudah berusia ratusan tahun dengan menggunakan media kayu pada dinding patane dan pada batu yang menjadi landasan patane ini. meskipun sudah berusia ratusan tahun, ukirannya masih tetap ada sampai pada saat ini. Ukirannya sangat jelas kelihatan akan tetapi pada media batu sudah kurang jelas, namun dengan tehnik tertentu kita bisa memperhatikan ukiran tersebut. Keunikan lain dari patane ini adalah ketika kita memperhatikan dari luar, kita akan membayangkan bahwa ini adalah patane secara utuh yang berdiri diatas bongkahan batu. Tetapi menurut salah seorang keluarga, masih ada ruangan di bawah patane tersebut. Ternyata ada galian ke bawah dasar batu sedalam k...