Skip to main content

Sangalla': Sukacita Memanen Padi meskipun Hampir Gagal Panen


Saat ini para petani sibuk turun sawah untuk memanen hasil sawah mereka. Meskipun sempat terancam gagal panen, namun ada sukacita memanen hasil sawahnya. Sebagian besar padi di Sangalla' sudah matang dan sudah saatnya dipanen.

Padi yang ditanam di Sangalla' oleh petani adalah sebagian besar padi pulut (pare kutu'). Pemerintah setempat berupaya untuk menghimbau petani yang memiliki sawah yang terletak disekitar jalan poros agar ditanami padi tersebut. Hal itu dikarenakan Sangalla' adalah salah satu objek wisata di Toraja yang menjadi tujuan wisata yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. 

Memanen padi pulut adalah salah satu hal yang unik dikalangan wisatawan mancanegara. Memanen padi ini menggunakan alat khusus yaitu rangkapan dengan mengambil satu persatu bulir padi pada batangnya. Tekhnik yang digunakan pun harus hati-hati karena kalau sembarangan jari tangan akan terkena dampak dari tajamnya alat tersebut.

Setelah dipetik satu persatu, padi tersebut dikumpulkan dan diikat kemudian dijemur lalu disusun rapih diatas pematang sawah. Susunan padi ini sangat unik, kelihatan seperti tumpukan jerami padahal itu adalah bulir padi. Padi yang disusun rapih di pematang sawah ini menjadi perhatian bagi wisatawan yang melewati sehingga mereka tidak segan-segan untuk singgah melihat dan memotret bahkan ikut memetik bulir padi bersama petani...

Berikut Video Singkat: (harap disubscribe, like, comment, & share channelku: Christian Banna)

Comments

Popular posts from this blog

Kombongan Kalua' Ada' Tana Toraja 2017

Karuaya, 30 Agustus 2017. Kombongan Kalua’ Ada’ Tana Toraja adalah sebuah pertemuan resmi antara Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Pemerintah. Kombongan ini dihadiri oleh 21 perwakilan Tokoh Adat masing-masing wilayah adat Tana Toraja, Tokoh Agama, dan Pemerintah ( tallu lalikan ) untuk membicarakan hal-hal mengenai adat dan kebudayaan Toraja. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Tongkonan Karuaya, Lembang Tumbang Datu, Kecamatan Sangalla' Utara, Kabupaten Tana Toraja.  Para peserta sangat mengapresiasi Pemerintah dan Dinas Kebudayaan Tana Toraja yang menjadi panitia pelaksana dalam kegiatan ini, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat adat untuk mempertahankan nilai dalam Adat dan Kebudayaan Toraja. Adapun hal-hal penting yang mengemuka dibicarakan dari peserta kombongan adalah mengenai penggalian adat sampai pada akar untuk memaknai nilai yang terkandung dalam adat dan budaya Toraja, peran dari tallu lalikan dalam setiap wilayah adat harus selalu nyata, melakukan 4 (em...

Burake Hills: Sensasi Berenang di Kolam Gantung

Ketika mendengar kata Burake, yang terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah Patung Tuhan Yesus Memberkati di atas gunung Burake. Berbicara tentang Burake Hills, belum banyak orang yang mengetahui tempat ini. " Pergi berenang ke Burake? hahaha adakah kolam renang di Gunung dan bisakah berenang di gunung? " Tanya seseorang ketika kami ingin berangkat bersama Sekolah Minggu ke Burake Hills untuk merayakan Puncak Pekan Anak dan Hari Doa Sedunia Jemaat Lampio.  Para pengunjung di Burake Hills matanya akan dimanjakan dengan pemandangan Alam yang luar biasa indahnya. Bagaimana tidak, lokasinya berada diatas bukit. Jika anda ke tempat ini dijamin tidak akan bosan, malah akan sering ke tempat ini. Selain itu, suasananya sangat sejuk akan menghilangkan rasa capek dan stres soal pekerjaan akan berkurang. Kolam renang di Burake Hills adalah kolam renang standar Internasional loh ? Kok bisa? Ini ulasannya: Ukuran kolam renang ini yaitu memiliki panjang 40 Meter yang terb...

Toraja: Keunikan Patane Sura', Buntao'

(Jangan lupa Tonton, Subscribe & Like Videonya) Berbicara tentang Patane Sura' tentu memiliki keunikan yang lain selain passura'nya (ukirannya). Seperti pada tulisan saya sebelumnya tentang patane ini ( klik di sini ).  Patane ini juga memiliki keunikan yang lain.  Antara lain yaitu ukiran Toraja yang sudah berusia ratusan tahun dengan menggunakan media kayu pada dinding patane dan pada batu yang menjadi landasan patane ini. meskipun sudah berusia ratusan tahun, ukirannya masih tetap ada sampai pada saat ini. Ukirannya sangat jelas kelihatan akan tetapi pada media batu sudah kurang jelas, namun dengan tehnik tertentu kita bisa memperhatikan ukiran tersebut. Keunikan lain dari patane ini adalah ketika kita memperhatikan dari luar, kita akan membayangkan bahwa ini adalah patane secara utuh yang berdiri diatas bongkahan batu. Tetapi menurut salah seorang keluarga, masih ada ruangan di bawah patane tersebut. Ternyata ada galian ke bawah dasar batu sedalam k...