Skip to main content

Buntao': Gotong Royong dalam Proses Perbaikan Patane Sura'

Buntao', 06/09/2017. Gotong-royong adalah hal yang lazim dijumpai dalam kehidupan Toraja pada umumnya. Jika ada sara' atau kegiatan dalam masyarakat Toraja, semua akan turut serta untuk membantu dalam proses pekerjaan, baik laki-laki maupun perempuan. Ini adalah tradisi orang Toraja yang menganut sistem kekerabatan atau pa'rapuan yang terus menerus terpelihara sampai pada saat ini.

Hal tersebut nyata ketika ada rencana keluarga untuk memperbaiki Patane Sura' ini, satu persatu keluarga turut serta di dalamnya. Hari ini (06/09/2017) adalah hari ketiga dalam proses pengecoran landasan untuk bangunan baru nantinya. Mayarakat setempat dan keluarga bergotong royong dalam kegiatan ini.

Patane atau kuburan ini dikatakan patane sura' oleh karena ini adalah patane yang pertama kali diukir pada jamannya. Patane ini  adalah kuburan dari 8 sampai 9 generasi yang sudah berusia ratusan tahun (kurang lebih 200 tahun). Oleh karena termakan usia sehingga kondisinya sekarang sungguh sangat memprihatinkan dan kondisi bangunan sudah sangat lapuk. Terakhir ada 5 Jenasah kelurga yang dimasukkan ke tempat ini yaitu: Alm. Ne' Baru, Ne' Kayo, Papa Ari', Bapak dan Adek dari Rita Londong Salu.

Saat ini, keluarga satu persatu telah berinisiatif untuk memperbaiki Patane ini. Melalui tulisan ini, saya mengajak kepada seluruh (rapu tallang) rumpun keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan perbaikan banua tang merambunna nenek, orangtua, dan saudara di Patane Sura' ini sehingga boleh rampung dengan baik dan lancar. Jika anda tergerak untuk berpartisipasi silahkan hubungi pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan ini.

Salama', Na Puang Matua mora umpassakke komi sisola raputallangmi...

Berikut Videonya: silahkan tonton.

Comments

Popular posts from this blog

Kombongan Kalua' Ada' Tana Toraja 2017

Karuaya, 30 Agustus 2017. Kombongan Kalua’ Ada’ Tana Toraja adalah sebuah pertemuan resmi antara Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Pemerintah. Kombongan ini dihadiri oleh 21 perwakilan Tokoh Adat masing-masing wilayah adat Tana Toraja, Tokoh Agama, dan Pemerintah ( tallu lalikan ) untuk membicarakan hal-hal mengenai adat dan kebudayaan Toraja. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Tongkonan Karuaya, Lembang Tumbang Datu, Kecamatan Sangalla' Utara, Kabupaten Tana Toraja.  Para peserta sangat mengapresiasi Pemerintah dan Dinas Kebudayaan Tana Toraja yang menjadi panitia pelaksana dalam kegiatan ini, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat adat untuk mempertahankan nilai dalam Adat dan Kebudayaan Toraja. Adapun hal-hal penting yang mengemuka dibicarakan dari peserta kombongan adalah mengenai penggalian adat sampai pada akar untuk memaknai nilai yang terkandung dalam adat dan budaya Toraja, peran dari tallu lalikan dalam setiap wilayah adat harus selalu nyata, melakukan 4 (em...

Burake Hills: Sensasi Berenang di Kolam Gantung

Ketika mendengar kata Burake, yang terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah Patung Tuhan Yesus Memberkati di atas gunung Burake. Berbicara tentang Burake Hills, belum banyak orang yang mengetahui tempat ini. " Pergi berenang ke Burake? hahaha adakah kolam renang di Gunung dan bisakah berenang di gunung? " Tanya seseorang ketika kami ingin berangkat bersama Sekolah Minggu ke Burake Hills untuk merayakan Puncak Pekan Anak dan Hari Doa Sedunia Jemaat Lampio.  Para pengunjung di Burake Hills matanya akan dimanjakan dengan pemandangan Alam yang luar biasa indahnya. Bagaimana tidak, lokasinya berada diatas bukit. Jika anda ke tempat ini dijamin tidak akan bosan, malah akan sering ke tempat ini. Selain itu, suasananya sangat sejuk akan menghilangkan rasa capek dan stres soal pekerjaan akan berkurang. Kolam renang di Burake Hills adalah kolam renang standar Internasional loh ? Kok bisa? Ini ulasannya: Ukuran kolam renang ini yaitu memiliki panjang 40 Meter yang terb...

Sangalla': Sukacita Memanen Padi meskipun Hampir Gagal Panen

Saat ini para petani sibuk turun sawah untuk memanen hasil sawah mereka. Meskipun sempat terancam gagal panen, namun ada sukacita memanen hasil sawahnya. Sebagian besar padi di Sangalla' sudah matang dan sudah saatnya dipanen. Padi yang ditanam di Sangalla' oleh petani adalah sebagian besar padi pulut ( pare kutu' ). Pemerintah setempat berupaya untuk menghimbau petani yang memiliki sawah yang terletak disekitar jalan poros agar ditanami padi tersebut. Hal itu dikarenakan Sangalla' adalah salah satu objek wisata di Toraja yang menjadi tujuan wisata yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.  Memanen padi pulut adalah salah satu hal yang unik dikalangan wisatawan mancanegara. Memanen padi ini menggunakan alat khusus yaitu rangkapan  dengan mengambil satu persatu bulir padi pada batangnya. Tekhnik yang digunakan pun harus hati-hati karena kalau sembarangan jari tangan akan terkena dampak dari tajamnya alat tersebut. Setelah dipetik satu persatu...